Minggu, 01 Mei 2016

Flower Crown

BY Unknown IN No comments

Crown
Hello Girls! Tau hiasan cantik yang satu ini kaan? Yup, Flower crown! Akhir-akhir ini flower crown sedang booming untuk accesoris, mulai digunakan untuk foto instagram sampai keperluan photo session(prewedding).
Mahkota yang dirangkai dari bunga, ranting, dan dedaunan ini sebenarnya sudah ada dari zaman Yunani Kuno loh girls, biasa dikenakan di acara-acara khusus untuk
menghormati pada dewa dan dewi. Girls yang memakai flower crown memang terlihat lebih cantik! Seperti yang satu iniiiii.
Crown 2
Nggak heran jika flower crown masih eksis sampai berabad-abad lamanya. Seperti apa perkembangan flower crown sampai dengan sekarang?
Let the history lesson begin..
Yunani Kuno
Flower crown merupakan hal yang umum di Yunani kuno, biasa dikenakan di acara-acara khusus untuk menghormati pada dewa dan dewi. Pada era yang sama flower crown yang terbuat dari daun wreath juga menjadi mode, Julius Caesar salah satunya. Flower Crown jenis ini akan dianugrahkan kepada para tentara yang memenangi perang sebagai rasa hormat.

Era Medieval Eropa
Pada masa ini flower crown bukanlah bagian dari fashion/mode. Mengapa? Pada masa ini, flower crown banyak digunakan di upacara keagamaan. Selain itu untuk menghormati dewa dewi maka flower crown akan menghiasi patung dewa dewi. Disisi lain, flower crown tidak aman!
Tiongkok Kuno
Di Tiongkok, flower crown yang dibuat dari bunga jeruk yang sedang mekar lazim dipakai saat pernikahan. Ketika pohon-pohon jeruk mekar dan menghasilkan buah pada saat yang sama, ini melambangkan kesuburan dan dianggap akan memberikan keturunan.
Ukranian
Flower crown yang dikenal sebagai vinok adalah bagian dari pakaian rakyat tradisional di Ukraina. Sering kali, anak perempuan yang sudah memasuki usia untuk menikah akan memakainya. Selama upacara pernikahan di Ukraina, karangan bunga yang terbuat dari periwinkle dan myrtle akan dikenakan pasangan pengantin setelah upacara pernikahan. Saat ini, flower crown tradisional Ukraina lebih sering terlihat di festival dan acara-acara khusus, termasuk pernikahan.
Era Victorian
Seperti halnya gaun pengantin putih, Ratu Victoria juga membawa flower crown ke dunia mode Eropa. Dia mengenakan karangan bunga jeruk yang tengah mekar (ide yang dipinjam dari Tiongkok) di rambutnya kala pernikahannya dengan Pangeran Albert pada tahun 1840. Setelah itu, bunga jeruk tersebut menjadi begitu terkait erat dengan pernikahan.
Amerika Era 60-an
Akhir 1960-an praktis identik dengan budaya flower crown dan budaya hippie menjadi andalan aksesori fashion yang terkait dengan wujud perdamaian dan cinta, semua cita-cita dan kegerakan. Meskipun gaya hippie adalah subkultur waktu, itu dipengaruhi mode utama, dia membawa flower crown kembali sebagai gaya dan bagian dari pernikahan.
Saat ini
Selain fakta bahwa flower crown telah menjadi simbol cinta, kesuburan dan perayaan sepanjang sejarah di seluruh dunia, flower crown juga mudah diaplikasikan untuk personalisasi, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Lalu bagaimana dengan wanita berhijab? Flower crown ini tetep cantik di mix and match dengan style kamu, Hijabers. Jangan khwatir, kami punya review seperti di bawah ini.

Crown 3
Crown 4

0 komentar:

Posting Komentar